Memperluas Ruang Kenyamanan
Saya sering memberikan seminar dengan sesi yang panjang, 2 hari atau lebih. Tapi saya hanya memberikan di salah satu sesi, misal 1 hari atau setengah hari. Bila saya di akhir sesi, hari terakhir, saya sering bertanya pada teman-teman peserta, "Anda datang dengan siapa?" "Saya datang dengan si A, si B,"jawab mereka. Jadi 3 orang begitu ya. Ini biasanya satu perusahaan.
Lalu saya tanya lagi,"Apakah anda selama 2 hari seminar ini bersahabat dengan banyak orang baru?" Dan mereka pada umumnya bilang, "Ya, 1-2. Tapi sebagian besar waktu saya selama 2 hari itu, hanya bersahabat dengan orang yang sama. Yakni yang berangkat dari tempat saya."
Maka sering pada seminar, saya selalu menganjurkan peserta untuk menghabiskan waktu di luar ketika duduk berseminar untuk bersahabat dengan teman yang baru. Juga bicara dengan orang baru, menukar kartu nama, tukar kontak dan melihat kemungkinan baru.
Memang bercakap dengan orang yang tidak begitu anda kenal, membuat anda tidak nyaman. Tidak natural. Harus membutuhkan waktu, pikiran dan kemampuan berpikir. Tapi hal itu justru sebenarnya memperluas comfort zone kita.
Tentu saja awalnya bercakap dengan orang baru membuat kita tidak enak. Karena ini sebuah hal yang baru. Tapi inilah yang membuat anda menjadi lebih maju. Bukan hanya dalam seminar, anda bersahabat dengan orang baru saja, tapi juga bisa dalam pekerjaan. Anda bisa mencoba sesuatu yang baru.
Pasti tidak enak, karena tidak nyaman. Kita merasa bahwa itu bukan kemampuan kita, "Waduh, ini bukan pekerjaan kita. Si A saja. Si A lebih bisa, lebih baik." Tapi kalau anda mau menghabiskan waktu 1-2 hari untuk belajar dan mengerjakan hal itu, anda akan maju. Karena anda meninggalkan ruang kenyamanan anda.
Mencoba sesuatu yang baru nantinya akan menimbulkan sebuah skillset baru atau kemampuan baru. Atau pandangan baru terhadap kehidupan ini. Kalau anda bisa mengeset ini, anda akan mulai menentukan suatu tujuan atau 'goal setting'.
Biasanya 'goal setting' ini ditentukan dengan spesifik. Seperti: "Saya mau berkenalan dengan orang baru, dan selama 2 bulan ini, minimal saya punya 10 teman baru di dalam dunia komputer, 10 teman baru dalam kehidupan kehidupan sosial saya.
Karena itu untuk menentukan goal setting harus memenuhi syarat SMART:
1. Spesifik.
Harus punya tujuan yang spesifik.
2. Measurable.
Bisa diukur. Saya mau kenal dengan 20 orang.
3. Attainable. Harus dapat dicapai, dengan sumber daya dan kemampuan kita yang ada.
4. Realistic.
Anda hanya mau kenal 20 orang dalam dua bulan, bukan 200 orang dalam sebulan. Itu tidak realtistik.
5, Timely.
Ada waktunya. Jadi dua bulan saya kenal 20 orang baru, yang akan saya catat nama dan alamatnya. Dan persahabatan itu akan saya gali lebih dalam persahabatan ini.
Ini adalah sebuah cara untuk memperluas ruang kenyamanan kita. Meninggalkan ruang kenyamanan, mencoba melakukan sesuatu yang baru yang nantinya akan membawa keberuntungan dan kesuksesan yang lebih baik dalam kehidupan kita.
>>
Back